Selasa, 09 Agustus 2011

Menanggapi Pertanyaan - pertanyaan Seseorang tentang Kebajikan

Tentang pertanyaan - pertanyaan yg timbul dari diri seseorang, yg apakah maksud pertanyaan itu karena tidak tahu, atau karena Tahu tapi Ragu, atau hanya untuk Menge-Tes, maka yang bisa memberikan Jawaban yang memuaskan dari pertanyaan tersebut adalah dari diri orang itu sendiri. sedangkan jawaban dari orang lain, guru, atau buku sekalipun hanya bisa memberikan Masukan atau input, sedangkan pengolahan data-data yang bisa menghasilkan jawaban yang paling tepat dan memuaskan menurut orang tersebut adalah orang yg memberikan pertanyaan itu sendiri. jadi janganlah Menuntut jawaban dari orang lain, karena setiap Pertanyaan dan permasalahan yg timbul dari diri kita, maka kewajiban diri kita sendirilah yg harus menjawabnya. dengan cara salah satunya mencari data-data informasi yaitu; bertafakur, berdiskusi, atau berguru...
 
Dan dari Wabishah bin Ma'bad radhiallahu anhu, ia berkata: "Aku telah datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, lalu beliau bersabda: 'Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?' Aku menjawab: 'Benar.' Beliau bersabda: 'Mintalah fatwa dari hatimu. Kebajikan itu adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati, dan dosa itu adalah apa-apa yang meragukan jiwa dan meresahkan hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.'"(HR. Ahmad dan Darimi, Hadits hasan)

Published with Blogger-droid v1.7.4

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar

Alangkah berbudinya anda, jika sedikit meninggalkan pesan untuk saya...