Tuesday, 26 May 2015

Third Pre, Desa

Diusia senjaku saat ini, aku tinggal bersama istriku disebuah desa yang terpencil, dilereng bukit yang jauh dari hingar bingar keriuhan kendaraan, udara disini rasanya lebih sejuk dari udara diruang AC dikota, tempat ini adalah bagian dari apa yang kami impikan bersama, tempat yang selalu menjadi cerita kami disetiap malam menjelang tidur selama bertahun-tahun kami menikah, desa ini dan semua pencapaian kami saat ini bagi kami adalah keajaiban yang menjadi nyata, bahwa betapa semua impian kami apapun yang tetap kami yakini dan mampu kami rasakan dalam situasi berat yang pernah kami lalui pada masa muda kami, kini menjadi nyata, menjadi bagian dari hidup yang kami jalani, yang merupakan alasan yang sangat kuat bagi rasa syukur kami setiap hari. Bahwa sampai saat ini, karena semua hal yang menjadi pengalaman kami saat ini yang bermula dari mimpi mimpi tak masuk akal kami, membuat kami tetap memiliki semangat dan ketertarikan yang kuat terhadap hidup, kami tak pernah berhenti bermimpi, sekalipun usia kami tak lagi muda. Usia kami saat ini bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Aku sangat bersyukur memiliki pasangan hidup yang begitu menakjubkan.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Alangkah berbudinya anda, jika sedikit meninggalkan pesan untuk saya...