Download Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot

Berubah dan berusahalah lebih baik, silahkan klik disini untuk download Linux OS, Ubuntu 11.10 Oneiric Ocelot

A Peace of Mind

Kejernihan Pikiran adalah Pondasi Bagi Kebahagiaan

Saya pecinta Android, Apakah Anda Juga?!

Open Source For Better Live

Apakah Anda seorang Sufi?!

Tuhan ada didalam hati.

Nge-Blog Yuuukkkksss!!!!

Sekali-kali jadi seorang yang lebay boleh juga, tapi ini nyata, nge-Blog emang asyiiiiiiiiikkk!!!!!!!

Showing posts with label Sastra. Show all posts
Showing posts with label Sastra. Show all posts

Saturday, 10 August 2013

Tuhan, Engkau akan membaca ini.

Tuhan, aku ceritakan ini padaMu, bukan sebagai keluh kesah atas resah risauku karena perjalanan hidup. Aku menceritakan segala temuanku pada apa yang Engkau telah gariskan : perjalanan hidupku. Tuhan, aku bukan lagi bayi yang lahir dari rahim ibuku, aku kini adalah bayi yang lahir dari rahim bunda semesta- segala hormatku bagi bayi yang lahir dari rahim bundanya-. Tuhan, dengan segala aku ku kini, akan kuceritakan hasratku untuk memutuskan diri dari garis waktu linear, akan kuhapus segala kenangan lalu dari segala masa yang cakar-cakarnya  mencengkram benakku. Aku akan meloncat laiknya penyihir dari satu ruang ke waktu yang kuhasrati. Aku akan terkubur dari satu nisan lalu terlahir dari bunda semesta. Tuhan, seperti loncatan ceritaku yang hanya butuh mengertiMu, aku akan hidup dari syukurku atas karuniaMu. Seperti setiap bayi yang terlahir dan tanpa tendensi aku akan terus melukis ruang kamarku dengan imajinasi. Tuhan, telah kubakar seluruh minyak yang sebelumnya membakar seluruh hidupku untuk mencintaiMu, agar Engkau tak lagi hidup dalam hatiku dan dapat hidup dihati hamba yang mencintaiMu. Tuhan, kukembalikan ruhMu, kulepaskan semua tentangMu. Tuhan, Engkau yang mengikatku denganMu. Syukurku mengenalMu dan menari dialtar cinta denganMu. Tuhan,

Saturday, 1 December 2012

SURAT DARI IBU YANG TERKOYAK HATINYA

SURAT DARI IBU YANG TERKOYAK HATINYA

Anaku….
Ini surat dari ibu yang tersayat hatinya. Linangan air mata bertetesan deras menyertai tersusunnya tulisan ini. Aku lihat engkau lelaki yang gagah lagi matang. Bacalah surat ini. Dan kau boleh merobek-robeknya setelah itu, seperti saat engkau meremukkan kalbuku sebelumnya.

Sejak dokter mengabari tentang kehamilan, aku berbahagia. Ibu-ibu sangat memahami makna ini dengan baik. Awal kegembiraan dan sekaligus perubahan psikis dan fisik. Sembilan bulan aku mengandungmu. Seluruh aktivitas aku jalani dengan susah payah karena kandunganku. Meski begitu, tidak mengurangi kebahagiaanku. Kesengsaraan yang tiada hentinya, bahkan kematian kulihat didepan mataku saat aku melahirkanmu. Jeritan tangismu meneteskan air mata kegembiraan kami.

Berikutnya, aku layaknya pelayan yang tidak pernah istirahat. Kepenatanku demi kesehatanmu. Kegelisahanku demi kebaikanmu. Harapanku hanya ingin melihat senyum sehatmu dan permintaanmu kepada Ibu untuk membuatkan sesuatu.

Masa remaja pun engkau masuki. Kejantananmu semakin terlihat, Aku pun berikhtiar untuk mencarikan gadis yang akan mendampingi hidupmu. Kemudian tibalah saat engkau menikah. Hatiku sedih atas kepergianmu, namun aku tetap bahagia lantaran engkau menempuh hidup baru.

Seiring perjalanan waktu, aku merasa engkau bukan anakku yang dulu. Hak diriku telah terlupakan. Sudah sekian lama aku tidak bersua, meski melalui telepon. Ibu tidak menuntut macam-macam. Sebulan sekali, jadikanlah ibumu ini sebagai persinggahan, meski hanya beberapa menit saja untuk melihat anakku.

Ibu sekarang sudah sangat lemah. Punggung sudah membungkuk, gemetar sering melecut tubuh dan berbagai penyakit tak bosan-bosan singgah kepadaku. Ibu semakin susah melakukan gerakan.

Anakku…
Seandainya ada yang berbuat baik kepadamu, niscaya ibu akan berterima kasih kepadanya. Sementara Ibu telah sekian lama berbuat baik kepada dirimu. Manakah balasan dan terima kasihmu pada Ibu ? Apakah engkau sudah kehabisan rasa kasihmu pada Ibu ? Ibu bertanya-tanya, dosa apa yang menyebabkan dirimu enggan melihat dan mengunjungi Ibu ? Baiklah, anggap Ibu sebagai pembantu, mana upah Ibu selama ini ?

Anakku..
Ibu hanya ingin melihatmu saja. Lain tidak. Kapan hatimu memelas dan luluh untuk wanita tua yang sudah lemah ini dan dirundung kerinduan, sekaligus duka dan kesedihan ? Ibu tidak tega untuk mengadukan kondisi ini kepada Dzat yang di atas sana. Ibu juga tidak akan menularkan kepedihan ini kepada orang lain. Sebab, ini akan menyeretmu kepada kedurhakaan. Musibah dan hukuman pun akan menimpamu di dunia ini sebelum di akhirat. Ibu tidak akan sampai hati melakukannya,

Anakku…
Walaupun bagaimanapun engkau masih buah hatiku, bunga kehidupan dan cahaya diriku…

Anakku…
Perjalanan tahun akan menumbuhkan uban di kepalamu. Dan balasan berasal dari jenis amalan yang dikerjakan. Nantinya, engkau akan menulis surat kepada keturunanmu dengan linangan air mata seperti yang Ibu alami. Di sisi Allah, kelak akan berhimpun sekian banyak orang-orang yang menggugat.

Anakku..
Takutlah engkau kepada Allah karena kedurhakaanmu kepada Ibu. Sekalah air mataku, ringankanlah beban kesedihanku. Terserahlah kepadamu jika engkau ingin merobek-robek surat ini. Ketahuilah, “Barangsiapa beramal shalih maka itu buat dirinya sendiri. Dan orang yang berbuat jelek, maka itu (juga) menjadi tanggungannya sendiri”.

Anakku…
Ingatlah saat engkau berada di perut ibu. Ingat pula saat persalinan yang sangat menegangkan. Ibu merasa dalam kondisi hidup atau mati. Darah persalinan, itulah nyawa Ibu. Ingatlah saat engkau menyusui. Ingatlah belaian sayag dan kelelahan Ibu saat engkau sakit. Ingatlah ….. Ingatlah…. Karena itu, Allah menegaskan dengan wasiat : “Wahai, Rabbku, sayangilah mereka berdua seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil”.

Anakku…
Allah berfirman: “Dan dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang berakal” [Yusuf : 111]

Pandanglah masa teladan dalam Islam, masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup, supaya engkau memperoleh potret bakti anak kepada orang tua.

Kukisahkan kepada diriku, kakaku tercinta Henry Augus dan adiku, bukan untuk menghakimi, mengingatkan kita pada doa ibu setiap slesai sholatnya, 

Wednesday, 22 August 2012

Cinta tanpa kecemburuan

Mungkinkah ada cinta tanpa kecemburuan? jika kecemburuan bukanlah bagian dari perwujudan cinta lalu bagaimana bisa dikatakan mencintai namun penuh dengan kecemburuan? jika kecemburuan berasal dari keinginan menguasai, maka keinginan menguasai bukanlah bentuk dari cinta, mungkinkah juga mencintai tanpa keinginan untuk memiliki? adakah mencintai yang seperti itu? membiarkan tangan terbuka lebar agar apa yang kita cintai lepas bebas seperti halnya burung-burung hutan? atau memang mencintai itu seperti itu? memberikan cinta saja, tanpa dipusingkan akan adanya balasan dari yang dicintai atau hasrat untuk mendapatkan pengembalian cinta dari apa yang diberikan oleh pecinta itu sendiri? mungkinkah ada, pecinta seperti itu? Ia pasti adalah lautan, pandangannya pastilah mata dari setiap orang, nafasnya pasti juga menyatu dengan nafas siapapun, ia pasti adalah kebebasan tak terperi.

Sunday, 19 August 2012

Tentang Cinta

Makna cinta telah membias kedalam setiap penciptaan dialam raya ini, kesemuanya berasal dari satu esensi Cinta yang tanpa nilai. Cinta dalam wujudnya yang terbatas adalah turunan langsung dari esensi murni, cinta saat ini telah memiliki kadar ukuran bagi tiap penilai. Dari satu sisi cinta tak terukur dalam keterbatasan ukurannya yang tak terbatas, disisi pandang yang lain cinta yang sama menjadi bentuk dari ketiadaan cinta itu sendiri. Esensi tunggal cinta tidak hanya menurunkan ukuran ketidakterbatasannya, tetapi juga telah menurunkan ketiadaannya dalam satu wadah cinta yang sama. Tidak dipungkiri segala keberadaan adalah wadah yang terbatas bagi keberadaan cinta yang tak terukur, segala hal ada sebagai perwujudan dari keberadaan cinta, tidaklah mungkin sesuatu ada jika tidak berasal dari cinta, cinta yang tidak dapat dibuktikan keberadaannya dalam wujud esensi murninya. Cinta termanifestasi dalam bentuk yang terbatas dengan tetap membawa sifat kemurniannya yang tak terukur dalam keterbatasan wadah sehingga ia dapat dikenali. Cintalah yang menempatkan segala ada kedalam keberadaannya, bukan sebaliknya, karena tidaklah mungkin bagi sesuatu yang terbatas akan menampung entitas yang mutlak. Cinta lah yang mengikat keterbatasan ledalam dirinya. Cinta.

Sunday, 26 February 2012

Pentingnya Mursyid

Sebiji buncis meronta dan terus

melompat

hingga hampir melampaui bibir kuali

di mana ia tengah direbus di atas api.

“Kenapa kau lakukan ini padaku?”

Dengan sendok kayunya,

Sang Juru Masak mementungnya jatuh

kembali.

“Jangan coba-coba melompat keluar.

Kau kira aku sedang menyiksamu?

Aku memberimu cita rasa!

Sehingga kau layak bersanding dengan

rempah dan nasi

untuk menjadi gelora kehidupan dalam

diri

seseorang.

Ingatlah saat-saat kau nikmati regukan air

hujan di kebun.

Saat itu ada untuk saat ini!”

Pertama, keindahan. Lalu kenikmatan,

kemudian kehidupan baru yang mendidih

akan muncul.

Setelah itu, Sang Sahabat akan punya

sesuatu yang enak untuk dimakan.

Pada saatnya, buncis akan berkata pada

Sang Juru Masak,

“Rebuslah aku lagi. Hajar aku dengan

sendok adukan,

karena aku tak bisa melakukannya

sendirian.

Aku seperti gajah yang melamun

menerawang

tentang taman di Hindustan yang dulu

kutinggalkan,

dan tidak memperhatikan pawang

pengendali arah jalan.

Engkaulah pemasakku, pawangku, jalanku

menuju cita rasa kesejatian.

Aku suka caramu membuat masakan.”

“Dulu aku pun seperti engkau,

masih hijau dari atas tanah. Lalu aku

direbus

matang dalam waktu,

direbus matang dalam jasad. Dua

rebusan

yang dahsyat.

Jiwa binatang dalam diriku tumbuh kuat.

Kukendalikan dia dengan latihan,

lalu aku direbus lagi, dan direbus lagi.

Pada satu titik aku melampaui itu semua,

dan menjadi gurumu. 1”(Puisi JALALUDIN

RUMI ttg pentingnya seorang Mursyid). Ttp dlm balutan cinta kasih.^_^


Published with Blogger-droid v2.0.4

Thursday, 9 February 2012

KEGEMBIRAAN DAN PERPISAHAN

KEGEMBIRAAN DAN PERPISAHAN


Ketika Kekasih menghujankan rahmat-Nya, pecinta yang tulus menangis. Ini bukanlah air mata kesedihan, tetapi air mata bahagia. Bahagia maupun kesedihan, cinta diungkapkan melalui air mata. Hati manusia berbentuk daging, sedangkan pandangan kekasih mempengaruhi batu yang dipandang sekalipun.


Wujud yang indah memandang sekilas ke arahku.

Sekarang aku hanya dapat mendesah – tak berbicara dan terpesona.

Apakah kesalahanku? Hatiku tak lain hanyalah sepotong daging.

Pandangan-Nya akan menembus batu sekalipun.


Perpisahan. Hati pecinta yang tulus hancur oleh perpisahan dan ia tidak pernah dapat menemukan pelipur lara apa pun dalam kondisi seperti ini.


Wahai Kekasih hatiku gila karena-Mu.

Jangan ragu-ragu, datanglah ke rumah-Mu,

sungguh ini adalah rumah-Mu.

Lebih manis Engkau bagiku daripada gula dan madu.

Semenjak perpisahan-Mu, hatiku hancur berkeping-keping.

Dan kepingan-kepingan terbentuk untuk-Mu.


Objek-objek dunia tidak menarik hati pecinta yang tulus, ia juga tidak memberikan arti penting bagi hal-hal ini. Dibandingkan dengan ridha Allah, dan menggapai-Nya, dunia yang rusak ini tidak memiliki arti.


(FZA. Naqshabandi)


Published with Blogger-droid v2.0.4

Thursday, 2 February 2012

KERUMUNAN PEMABUK

KERUMUNAN PEMABUK


Oleh: Imam Khomeini


Di sekitar sufi tak kutemukan


Kelezatan yang kudamba


Di biara tak terdengar


Musik yang cinta mencipta


Di madrasah tak bisa kubaca


Buku apa saja dari si sobat


Di menara susah sungguh ditemukan


Suara darinya untuk disimak


Dalam cinta-buku tak kulihat


Wajah cantik bertutup cadar


Dalam susastra-suci tak kudapat


Jejak-jejak sang nasib


Di rumah berhala sepanjang usia hamba


Dalam kecongkakan terhabiskan saja


Dalam perkumpulan sesama kulihat


Tak penawar tak juga lara


Lingkar pencinta kujelang musti


Pelipur lara mungkin di sana


Dari kebun mawar sang kekasih


Sepoi angin atau sebentuk jejak


"Aku"dan " Kita," dari akal keduanya


Dialah tali tuk memintalnya


Dalam kerumunan para pemabuk


Tak ada "Aku" tak pula "Kita"


Published with Blogger-droid v2.0.4

IZINKAN AKU

IZINKAN AKU


Oleh: Imam Khomeini


Kekasihku! Menyasikan keindahan-Mu, aku pun terpana

Melihat manifestasi kemuliaan-Mu, aku terpukau dalam bahagia


Kulupakan wujud diriku dan kuberseru, "Akulah kebenaran!"

Bagai Manshur al-Hallaj, kurelakan diriku dihukum di tiang gantungan


Kesakitan dan kepedihan akan cinta-Mu membakar jiwa ragaku

Hingga aku terpukau dengan diriku, dan keadaanku menjadi

pembicaraan seluruh kota


Biarkanlah pintu-pintu kedai minum tetap terbuka, *

Biarkan kami pergi kesana siang dan malam

Karena, aku muak dengan masjid maupun madrasah


Aku melepaskan jubah kezuhudan dan kepura-puraan

Dan menjadi sadar setelah mengenakan jubah pengunjung kedai minum


Juru dakwah kota dengan ceramahnya membuat aku tak nyaman

Karena itu aku mencari perlindungan pada orang yang penampilan

luarnya memuakkan tetapi batinnya penuh kesalihan


Izinkan aku untuk mengingat kenangan manis kuil itu

Dimana aku tersadar oleh sentuhan lembut tangan kekasihku


Published with Blogger-droid v2.0.4

Tuesday, 17 January 2012

Tanpa Judul

Jiwaku terasa tenang kala telah menghadap-NYA Menyimpuhkandiri ini bersujud diatas sejadah Melantunkan lafadz suci dalam setiap rakaat Untuk dapat menoktahkan setitik tinta Iman


Gumpalan rinduku seakan tertumpah pada sujudku Membentangkan ayat-ayat suci yang begitu indah Membelai penuh hangat pada jiwa yang tergoncang Menyejukan pada hatiku yang terasa gersang


Ku garatkan sebaris lantunan berbisik do’a Menyirnakan hampa ketika dipenghujung salam Menengadah tangan meminta kuasa ampunan jiwa Mengiba cerah dalam terjalnya kerisauan akan dosa


Sujud Rinduku teriring alunan tasbih Mahabbah Memberikan celah di bilahan labirin kebimbangan Menggapai hati bening bak zam-zam penuh syia’ Menerka rindu akan Rahmat-MU yang merelung dihatiku


Published with Blogger-droid v2.0.3

Friday, 5 August 2011

Sayap-Sayap Patah, Kahlil Gibran, 2

TANGAN TAKDIR


Dimusim semi yang indah itu, aku berada di Beirut. Kebun-kebun penuh dengan bunga nisan dan tanah dialasi oleh rumput hijau, semua bagai rahasia kematian yang menyingkap kepada surga. Pohon jeruk dan apel, kelihatan seperti pengantin wanita yang dikirim oleh alam untuk memberi ilham pada penyair dan menggembirakan imajinasi yang menggunakan pakaian putih wangi.


Musim semi terlihat indah dimana-mana, namun yang paling indah di Lebanon. Bagaikan gairah yang menjelajah diatas bumi namun hanya berputar diatas Lebanon, bercakap dengan para Raja dan Nabi, menyanyi dengan sungai lagu-lagu Sulaiman, dan mengulang dengan Cedar Suci Lebanon kenangan kejayaan masa lampau. Beirut, bebas dari lumpur musim dingin dan debu musim panas, adalah seperti pengantin wanita dimusim semi, atau seperti putri duyung yang duduk ditepi sungai sambil mengeringkan kulit mulusnya dibawah sinar matahari.

Suatu hari pada bulan Nisan, aku pergi mengunjungi seorang teman yang rumahnya tidak beberapa jauh dari kota yang hiruk pikuk itu. Saat kami berbincang-bincang, seorang pria terhormat berusia sekitar enam puluh liam memasuki rumah. Saat aku bangkit untuk memberi salam, temanku mengenalkan dia padaku sebagai Farris Effandi Karamy dan lalu memberikannya namaku. Pria tua itu memandangku beberapa saat, menyentuh dahinya dengan ujung jarinya seolah-olah ia mencoba mengingat kenangannya. Lalu ia mendekatiku sambil tersenyum dan berkata,"Kau adalah putra teman lamaku, dan aku senang melihat teman itu dalam dirimu".

Terpengaruh oleh kata-katanya, aku tertarik padanya seperti seekor burung yang instingnya membawa dia kesarangnya sebebelum datangnya prahara. Saat kami duduk, ia berkata padaku tentang persahabatannya dengan ayahku, sambil mengingat masa yang mereka juangkan bersama. Seorang pria tua menyukai kembali pada masa mudanya seperti seorang asing yang menanti untuk kembali ke tanah airnya. Ia dengan rasa senang menceritakan kisah-kisah masa lalu seperti penyair yang merasa sangat gembira karena membacakan syairnya yang terbaik. Ia hhidup secara spiritual dimasa lalu karena masa sekarang berlalu begitu cepat, dan masa depan baginya tampaknya seperti pendekatan pada liang kubur. Sau jam penuh dengan kenangan berlalu seperti bayangan pepohonan diatas rumput. Ketika Farris Affandni hendak pergi, ia meletakkan tangan kiriya dibahuku dan menyalami tanganku sambil berkata,"Aku sudah tidak pernah melihat ayahmu selama d ua puluh tahun. Aku harap kau menggantikannya untuk berkunjung kerumahku". Aku dengan senang hati berjanji untuk mengunjungi seorang sahabat baik ayahku.

Ketika pria tua itu meninggalkan rumah, aku meminta temanku untuk berceritera lebih banyak tentang pria itu. Ia berkata,"Aku tidak tahu pria  mana lagi selain dia yang kekayaannya membuatnya baik dan yang kebaikannya membuaat dia kaya. Ia salah satu dari sedikit orang yang datang kedunia ini dan meninggalkannya tanpa menyakiti seseorangpun, namun orang baik seperti itu biasanya sengsara dan ditindas karena mereka tidak cukup pandai untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dari kekejaman yang lain. Farris Affandi memiliki seorang anak perempuan yang karakternya mirip dengannya dan kecantikan serta keanggunannya sulit untuk dilukiskan, dan ia juga menderita karena kekayaan ayahnya yang menempatkannya diujung tebing yang curam".

Saat ia mengucapkan kata-kata ini, aku memerhatikan bahwa wajahnya menjadi mendung. Lalu ia melanjutkan,"Farris Affandi adalah seorang pria tua baik dengan hati mulia, namun ia kurang memiliki kekuatan kehendak. Orang-orang memimpinnya seperti seorang pria buta. Anak perempuannya mematuhinya tanpa memperdulikan harga diri dan kecerdasaannya, dan inilah rasa yang terpendam antara kehidupan seorang ayah dan putrinya. Rahasia ini ditemukan oleh seorang pria jahat yang menjadi uskup, dan yang kejahatannya bersembunyi di balik bayangan Gereja. Ia membuat orang-orang percaya bahwa ia baik dan terhormat. Ia adalah kepala agama dinegeri yang beragama ini. Orang-orang mematuhinya dan menghormatinya. Ia memimpin mereka seperti sekawanan domba menuju tempat penjagalan. Uskup ini memiliki keponakan laki-laki yang penuh kebencian dan kejahatan. Harinya akan datang cepat atau lambat ketika ia akan menempatkan keponakannya sebagai tangan kanan dan anak Farris Affandi dikirinya, dan dengan tangan iblisnya dikepala keduanya, akan mengikat seorang prawan suci dan tangan kotor, menempatkan jantung hari dalam dada malam.

Itulah yang dapat kukatakan tentang Farris Affandi dan putrinya, jadi jangan tanyakan padaku lebih banyak lagi pertanyaan,"

Setelah mengatakan hal ini ia memalingkan wajahnya kejendela seolah-olah ia sedang berusaha memecahkan masalah keberadaan manusia dengan berkonsentrasi pada keindahan alam semesta.

Saat aku meninggalkan rumah, aku mengatakan pada temanku bahwa aku hendak berkunjung ke rumah Farris Affandi dalam beberapa hari untuk tujuan memenuhi janjiku dan demi persahabatan yang menyatukan ia dan ayahku. Temanku menatapku selama beberapa saat , dan aku memperhatikan perubahan mimik mukanya, seolah-olah beberapa kata sederhanaku telah menyingkapkan padanya gagasan baru. Lalu ia memandang lurus mataku  dengan aneh, pandangan penuh cinta, ampunan dan ketakutan - pandangan seorang nabi yang melihat apa yang tidak dilihat orang lain. Lalu bibirnya bergetar sedikit, namun ia tak mengatakan apa-apa ketika aku beranjak menuju pintu. Pandangan aneh itu mengikutiku, arti yang tak dapat kupahami sampai aku aku tumbuh dalam dunia penuh pengalaman, dan dimana jiwaku matang oleh pengetahuan.

Thursday, 4 August 2011

Sayap-Sayap Patah, Kahlil Gibran, 1

PENDERITAAN SUNYI

TETANGGAKU, kalian ingat fajar muda atas kenikmatan dan penyesalan atas berlalunya, namun aku mengingatnya seperti seorang pesakitan yang teringat pada terali dan belenggu penjaranya. Kalian mengatakan tahun-tahun antara bayi dan masa muda adalah era emas yang bebas dari asuhan dan kurungan, namun aku menyebut tahun-tahun itu sebagai era penderitaan sunyi yang menetes seperti benih kedalam hatiku. dan tumbuh dengannya dan tidak dapat menemukan jalan keluar kedunia pengetahuan dan kebijaksanaan sampai cinta datang dan membuka pintu hati dan menyinari sudut-sudutnya. Cinta memberiku lidah dan air mata. Kalian teringat pada kebun-kebun dan anggrek, serta tempat pertemuan dan sudut jalan yang menyaksikan permainanmu dan bisikan tak bersalahmu; dan aku ingat juga titik indah di Lebanon Utara. Setiap kali aku menutup mataku aku aku melihat lembah-lembah itu penuh dengan keajaiban dan martabat serta gunung-gunung itu tertutup kejayaan dan kebesaran yang berusaha menggapa langit.Setiap kali aku menutup teingaku dari hiruk pikuk kota, aku mendengar gumaman sungai dan derak ranting pohon.Semua keindahan yang kukatakan sekarang dan yang kunanti, seperti seorangg anak kecil yang menanti payudara ibunya, melukai jiwaku, memenjarakan dalam kegelapan masa  muda, seperti elang yang menderita dalam sangkarnya ketika melihat kumpulan burung yang terbang bebas diangkasa luas. Lembah-lembah dan bukit-bukit membakar imajinasiku, namun kepahitan pikiran memenuhi sebuah jaring keputusasaan disekeliling hatiku.

Setiap kali aku pergi keladang, aku kembali dengan kecewa, tanpa pemahaman apa yang menjadi penyebab kekecewaanku. Setiap kali aku memandang langit kelabu, aku merasa hatiku berdebar. Setiap kali aku mendengar nyanyian burung dan ocehan musim semi, aku menderita tanpa mengerti alasan penderitaanku. Katanya keburukan membuat seorang manusia merasa hampa dan kehampaan membuat dia riang. Mungkin benar untuk mereka yang lahir, mati dan yang seperti mayat membeku; namun pemuda sensitif yang merasakan banyak hal dan mengetahui sedikit adalah makhluk paling menyedihkan dibawah sinar matahari, karena dia dicabik oleh dua kekuatan. Kekuatan pertama adalah kekuatan yang mengangatnya dan menunjkan padanya keindahan keberadaan melalui alam mimpi; dan kekuatan kedua adalah yang menark ia kebawah tanah dan mengisi matanya dengan debu dan memperkuatnya dengan ketakutan dan kegelapan.

Kesendirian memiliki tangan selembut sutra, namun dengan jari kuat tangan itu menggengm hatinya dan membuatnya sakit dengan penderitaan. Kesendirian adalah sekutu dari penderitaan seperti juga teman keagungan spiritual.

Jiwa anak lelaki yang melalui penderitaan adalah seperti lili putih yang baru mekar. Ia bergetar didepan angin dan membuka hatinya pada siang dan menutup daunnya ketika bayangan malam datang. Bila anak itu tidak memiliki pengalihan atau teman atau sahabat dalam permainannya, hidupnya akan seperti penjara sempit, dimana ia tidak akan dapat melihat apapun kecuali sarang laba-laba dan tidak dapat mendengar apapun kecuali serangga yang merayap.
Penderitaan yang meliputi masa mudaku tidak disebabkan karena kurangnya kegembiraan, karena aku mendapatkannya; tidak juga dari kurangnya teman , karena aku dapat menemukan mereka. Penderitaan itu disebabkan oleh penyakit didalam yang membuatku mencintai kesendirian. Penyakit itu membunuh kenikmatan permainan dan kegembiraan dalam diriku. Ia juga menyingkirkan dariku sayap masa muda dan membuatku seperti danau diantara gunung-gunung yang memantulkan bayangan hantu dan warna awan serta pepohonan, namun tidak dapat menemukan jalan keluar yang dapat dilalui nyanyian hingga kelaut.

Itulah kehidupanku sebelum aku mencapai usia delapan belas. Tahun itu seperti puncak gunnung dalam kehidupan, karena ia membangunkan pengetahuan dalam diriku dan membuatku mengerti perubahan dalam diri manusia. Pada tahun itu aku dilahirkan kembali, Dan kecuali seseorang lahir lagi hidupnya akan seperti kertas kosong dalam buku keberadaan. Pada tahun itu aku melihat malaikat disurga menatapku melalui mata seorang wanita cantik. Aku juga melihat iblis-iblis neraka murka dalam hati seorang manusia jahat. Ia yang tidak melihat malaikat dan iblis dalam keindahan dan kekejaman kehidupan akan berada jauh dari pengetahuan, dan jiwanya akan hmpa kasih sayang.

Sayap-Sayap Patah, Kahlil Gibran,

"SETIAP LAKI-LAKI MUDA MENGINGAT CINTA PERTAMANYA, YANG MEMBUATNYA MENJADI BAHAGIA TANPA MEMEDULIKAN SELURUH KEPAHITAN DAN KESENGSARAAN".

PRAKATA


AKU berusia delapan belas tahun ketika cinta membuka mataku dengan sinar ghaibnya dan menyentuh jiwaku untuk pertama kalinya dengan jarinya yang lembut, dan Selma KAramy adalah wanita pertama yang membangunkan jiwaku dengan kecantikan-nya dan membawaku menuju kebun kasih sayang, dimana hari-hari berlalu seperti mimpi dan malam seperti pernikahan.
Selma Karamy adalah satu-satunya wanita yang mengajarkanku memuja keindahan dengan contoh kecantikannya sendiri, dan menciptakan padaku rahasia cinta dengan kasih sayangnya; ia adalah orang yang pertama kali menyanyikan padaku syair kehidupan nyata.

Setiap laki-laki muda mengingat cinta pertamanya dan berusaha untuk menangkap kembali saat-saat aneh itu, kenangan yang mengubah lubuk hati nya, dan membuatnya menjadi bahagia tanpa memedulikan seluruh kepahitan dan kesengsaraan.

Dalam kehidupan seorang laki-laki muda selalu ada "Selma" yang muncul dihadapannya tiba-tiba saat musim semi kehidupan dan mengubah kesendiriannya menjadi saat-saat bahagia dan mengisi kesunyian malamnya dengan musik.

Aku sedang menjelajah alam pikiran dan merenung untuk memahami arti dari alam dan wahyu buku-buku, dan tulisan-tulisan ketika aku mendengar cinta berbisik ditelingaku melalui bibir Selma. Kehidupaanku sekarat, kosong bagai hati Adam disurga, ketika aku melihat Selma berdiri dihadapanku seperti pilar cahaya. Ia adalah Hawa hatiku yang mengisinya dengan rahasia dan membuatku memahami arti kehidupan.

Awalnya Hawa membawa Adam keluar dari surga atas kehendaknya sendiri, sementara Selma membuatku memasuki surga cinta yang suci dan kebahagiaan oleh manis dan cintanya; namun yang terjadi pada manusia pertama itu juga terjadi padaku, dan pedang tajam yang membawa adam keluar dari surga seperti seorang yanng menakutiku denga ujung yanng berkilau, dan memaksaku dari sudrgacintaku tanpa harus melanggar peraturan atau merasakan buah dari pohon terlarang.

Hari ini, setelah bertahun-tahun berlalu, aku tidak memiliki hal yang tertinggal dari mimpi indah, kecuali kenangan yang mengepak seperti sayap yang tak kasat mata yang mengisi kalbuku dengan kepedihan, dan membawa air mata kemataku, dan cintaku, Selma yang cantik, telah meninggal dan tak ada yang tersisa untuk memperingatinya, kecuali hatiku  yang pilu dan nisan yang dikelilingi pohon sipres. Hanya nisan itu dan hatikku  yang menjadi saksi keberadaan Selma dulu.

Kesunyian yang menjaga nisan menyingkapkan rahasia Tuhan dalam kegelapan peti mati dan derak ranting yang akarnya menembjus bumi tidak akan menceritakan misteri kubur, namun desah pedih hatiku mengumumkan kehidupan drama yang ditampilkan oleh cinta, keindahan dan kematian.

Oh, teman-teman masa mudaku yang telah tersebar diseluruh Kota Beirut, ketika kalian melewati kuburan didekat hutan Ek, masukilah dengan hening dan berjalanlah dengan pelan sehingga derap langkahmu tidak akan mengganggu tidur yang telah meninggal, dan berhentilah di nisan Selma, dan beri salam pada tanah yang menyelimuti mayatnya dan sebutkan namaku dengan desahan panjang dan katakan pada diri kalian,"Disini, seluruh harapan Gibra, yang tinggal sebagai pesakitan cinta dilautan sana, dikuburkan. Pada titik ini ia kehilangan kebahagiaannya, air matanya telah kering dan ia telah melupakan senyumannya".

Di nisan itu tumbuhlah penderitaan Gibran bersama dengan pohon-pohon sipres, dan diatass nisan jiwanya berputar setiap malam memperingati Selma, bergabung bersama dengan ranting-ranting pohon dalam rintihan penuh penderitaan, kemurungan dan berkabung atas perginya Selma, yang kemarin adalah nada indah dibibir kehidupan dan hari ini adalah rahasia sunyi didada bumi.

Oh, teman-teman masa mudaku! Aku berseru padamuatas nama perawan-perawan yang telah dicintai hatimu, untuk meletakan seikat bunga diatas nisan kekasihku, karena bunga yang kau letakan diatas nisan Selma seperti tetesan embun dari mata fajar diatas daun mawar yang layu.


Wednesday, 23 June 2010

Alone..

aq hanya ingin katakan......

AKU BERSYUKUR KEPADA ALLAHKU SETIAP KALI AKU MENGINGATMU.....










------>>>>>oNe<<<<--------

Tanpa Judul II

Cinta yang datangnya padaku dengan tiba2,,,,,,
tak kurasa kapan dimulainya,,,
kapan pula datangnya...
perlahan tapi pasti aq mulai mencintaimu dgn kesungguhanku....
Segala rasa tercipta hingga tutur kataku takkan mampu berucap appun ttg itu kpdmu kasihku...

Adakah cinta seperti ini sebelumnya...???

tanpa mengesampingkan tata cara dan adat dilingkungan qta yg mengharamkan ikatan spt ini.....
bukan,,, bukan haram......
hanya kurang tepat saja..
tapi bila mana menentang sbuah rasa itu susahnya minta ampunnn....
apalagi bla rasa itu bkan datang dari kehendakmu sndiri...
tolong jangan caci...
jangan maki perasaanku ini...
jg jangan menyalah artikan sucinya cintaku padanya dgn sebuah nafsu.......

Aku mencintainya bukan karena nalarku krn sesungguhnya cinta yang datang dari pada Tuhan itu akan sangat indah... dirasa atopun dikenang,,,
takkan ada penyesalan karena Tuhan tidak mengajarkan itu...
padaku juga padamu......

aq mencintaimu dgn hatiku,,,disini.....karena adanya Sng maha pencipta dihatiku...
aq menyayangimu tentu aq takkan membuat penciptaku cemburu padamu kasihku....
aq mengerti jalanmu.....
aq mengerti itu........

aqpun mencintaimu,,,,, dengan kesungguhanku dihatiku.........kaupun tau itu....
jangan sakiti siapapun dgn cinta qta krn cinta ini tulus.... suci,,,,,, takkan ternoda dengan air mata org yang terlebih dulu mencintaimu kasihku.........

Princess Athena On Facebook