Wednesday, 18 January 2012

Wajibul Wujud

Muhibbudin Ahmad Al-Muqarobin


Bila kita menganggap benda-benda ciptaan di sekeliling kita memiliki pencipta (manusia), maka secara tak langsung kita menyebutnya sebagai Mumkinul Wujud (Wujud yang mungkin) yang mana eksistensi benda itu akan terwujud hanya jika manusia berkehendak menciptakannya sehingga keberadaan benda tersebut bersifat mungkin. Dan dalam islam, manusia sendiri termasuk dalam realitas Mumkinul Wujud sehingga eksistensi manusia tidak akan ada bila Sang Pencipta tidak berkehendak.


Kesalahan asumsi terjadi saat orang-orang menganggap bahwa semua yang ada adalah Mumkinul Wujud sehingga rangkaian Mumkinul Wujud jadi tak terbatas dan tak memiliki asal. Bila asumsi itu salah, lalu pertanyaannya, kemana rangkaian Mumkinul Wujud ini berasal?


Dalam hal ini, Islam menjelaskan tentang adanya Wajibul Wujud yaitu Allah. Wajibul Wujud haruslah bersifat serba tak terbatas dan Dialah yang menjadi asal dari segala Mumkinul Wujud. Artinya Allah adalah ADA itu sendiri. Dan dalam dunia filsafat hanya ada Wajibul Wujud dan Mumkinul Wujud. Tidak ada entitas yang berada di luar kedua asumsi tersebut.


Published with Blogger-droid v2.0.3

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Alangkah berbudinya anda, jika sedikit meninggalkan pesan untuk saya...