Saturday, 10 August 2013

Tuhan, Engkau akan membaca ini.

Tuhan, aku ceritakan ini padaMu, bukan sebagai keluh kesah atas resah risauku karena perjalanan hidup. Aku menceritakan segala temuanku pada apa yang Engkau telah gariskan : perjalanan hidupku. Tuhan, aku bukan lagi bayi yang lahir dari rahim ibuku, aku kini adalah bayi yang lahir dari rahim bunda semesta- segala hormatku bagi bayi yang lahir dari rahim bundanya-. Tuhan, dengan segala aku ku kini, akan kuceritakan hasratku untuk memutuskan diri dari garis waktu linear, akan kuhapus segala kenangan lalu dari segala masa yang cakar-cakarnya  mencengkram benakku. Aku akan meloncat laiknya penyihir dari satu ruang ke waktu yang kuhasrati. Aku akan terkubur dari satu nisan lalu terlahir dari bunda semesta. Tuhan, seperti loncatan ceritaku yang hanya butuh mengertiMu, aku akan hidup dari syukurku atas karuniaMu. Seperti setiap bayi yang terlahir dan tanpa tendensi aku akan terus melukis ruang kamarku dengan imajinasi. Tuhan, telah kubakar seluruh minyak yang sebelumnya membakar seluruh hidupku untuk mencintaiMu, agar Engkau tak lagi hidup dalam hatiku dan dapat hidup dihati hamba yang mencintaiMu. Tuhan, kukembalikan ruhMu, kulepaskan semua tentangMu. Tuhan, Engkau yang mengikatku denganMu. Syukurku mengenalMu dan menari dialtar cinta denganMu. Tuhan,

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Alangkah berbudinya anda, jika sedikit meninggalkan pesan untuk saya...