Saturday, 18 February 2012

Sedikit tentang Gus Dur

Beberapa Pengalaman Van Bruinessen

dengan Gus Dur

Peneliti NU asal Belanda Martin van

Bruinessen memiliki banyak pengalaman

akan beberapa aspek luar biasa dari Gus

Dur. Meskipun demikian, ia

memaknainya sebagai bagian dari

kecerdasan luar biasa yang dimiliki oleh

Gus Dur.

“Gus Dur seorang yang sangat rasionalis,

tetapi disisi lain, ia juga sangat percaya

macam-macam hal yang tidak masuk

akal secara bersamaan. Ia wali gaya

Jawa, bukan gaya Timur Tengah, yang

nyeleh, memiliki ilmu ladunni, bisa

mengetahui yang orang lain tidak tahu,”

katanya ketika ditemui NU Online di

gedung PBNU, Sabtu (20/5).

Dari beberapa kali diskusi yang dihadiri

oleh Gus Dur, ia sering melihat Gus Dur

tertidur, tetapi kemudian ia bangun

sebenar dan melontarkan pertanyaan

yang pas, yang lebih cerdas dari

pertanyaan orang lain yang menyimak

dengan tekun.

Suatu kali, ia juga pernah meminta Gus

Dur untuk memberi kata pengantar buku

yang ditulisnya. Waktu itu Gus Dur sudah

buta, dan ia yakin, tidak ada orang yang

membacakan buku tersebut untuk Gus

Dur sebagai bahan dalam menulis kata

pengantar, tetapi ia mampu menulis kata

pengantar yang isinya persis seperti yang

dimaksud dalam kandungan buku

tersebut.

“Penjelasan saya, ia orang yang sangat

cerdas, punya daya ingat luar biasa,”

paparnya.

Sebagai gambaran atas kecerdasan Gus

Dur, ia mengungkapkan, dalam

kunjungannya ke berbagai pesantren di

Jawa, Gus Dur bisa mengingat nama-

nama yang ia datangi sampai hal-hal

yang detail dan tidak pernah salah. Ia

selalu dengan akrab menanyakan aspek

keluarga dari para kiai sehingga

hubungannya menjadi sangat intim dan

pribadi

Bruinessen berpendapat, Gus Dur

merupakan produk budaya masyarakat

Jawa yang memang menyukai aspek

mistis. Ketika mengalami kebutaan, Gus

Dur semakin tertarik dengan alam gaib,

yang mana ia merupakan bagian penting

dari dunia tersebut.

“Saya bisa mengerti mengapa Gus Dur

dianggap sebagai wali,” terangnya.

Keberadaan Gus Dur juga dianggap

sebagai pelindung oleh kelompok

minoritas. Mereka melihat Gus Dur

sebagai orang yang sudah dianugerahi

oleh tuhan kemampuan seperti itu. Ada

sesuatu diluar kemanusiaan yang ada

pada diri Gus Dur yang tidak dimiliki

orang lain

Dalam masyarakat selalu ada kebutuhan

yang lebih daripada manusia biasa, yang

lebih dekat dengan Allah. Banyak orang

berfikir Gus Dur seperti itu.

“Gus Dur bukan tanpa kesalahan dan

kelemahan, tetap ia orang baik yang

membawa kebaikan dan membawa

berkah untuk orang banyak,” paparnya.

Saat menjelang reformasi ia bertemu

dengan seorang China yang sangat

percaya Gus Dur akan melindungi.

Mereka sendiri tidak tahu Gus Dur sendiri

adalah manusia yang meminpin ormas

Islam terbesar di Indonesia.

Ia juga pernah bertemu seorang pendeta

Katolik yang mengatakan, Gus Dur

dianugerahi kelebihan yang luar biasa

oleh Allah. Agama Katolik juga mengenal

konsep kewalian.(copas dr warga Gusdurian). Salam brhari minggu sobat dlm balutan cinta kasih).^_^


Published with Blogger-droid v2.0.4

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Alangkah berbudinya anda, jika sedikit meninggalkan pesan untuk saya...