Wednesday, 14 July 2010

Nasihatmu tadi,

menggema jelas nasihat indah dari sahabat,
siang tadi,
sebelum kunikmati perjalanan panjang,
dan terputar kisah sebelum ini dilayar lamunanku,

tentang tanyamu akan keyakinan,
bahwa tak kan apapun kudapat dari pencarianku,
'kemanapun jua kakimu melangkah atas jawab tanyamu,
ditujuanmu itu akan tetap sama tak kan ada apapun',

sungguh itu mencabiku,
meski bukan darah yang memancar,
hanya keringat beku deras yang ada,
karena tanyamu itu,

lalu kulihat dilayar lamunanku,
kulihat disana adaku memegang kuncikunci,
lalu ditiap pintu yang kudatangi dan kubuka pintu dengan kunci ditanganku,
hanya ada ruang kosong tanpa apapun,

selalu seperti itu ditiap pintu,
ingin tak kupegang katamu tadi,
dan sekali lagi hanya ada ruang kosong,
dari pintu yang terbuka dengan kuncikunci itu,

'lalu apalagi yang kau cari?', katamu menyudutkanku,
'bahwa benar kini tak lagi sesalmu untuk menjemput ajal?',
'ada bundamu disana yang mencintaimu',
'jangan abaikan sesalnya',

kau telah cukup memiliki segala tahu,
tanpa harus lagi memaksa diri,
biarkan dia mencarimu,
takdirnya telah tertulis untukmu,

ah kau begitu mencabiku sahabat, salam ta'dzimku untukmu..

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Alangkah berbudinya anda, jika sedikit meninggalkan pesan untuk saya...