Sunday, 30 October 2011

Perihal Penilaian,

Entah bagaimana harus kumulai artikel kesekianku ini, karena artikel inipun dapat dikatakan sebagai penilaian, penilaian atas penilaian, dan bahkan pada kebingunganku memulai, aku telah memulai menulis dalam kebingunganku memulainya. Perihal Penilaian, adalah keharusan untuk dapat menerima sebagai kewajaran, atas adanya Penilaian yang timbul dalam benak tiap orang, pada setiap hal yang pantas atau bahkan yang tidak pantas untuk dijalani dan tengah dijalani oleh seseorang dan ia melihatnya ketika itu. Baik penilaian yang ada dalam benaknya diungkapkan dalam kata-kata, cacian, sanjungan, ataupun ketidak pedulian atau bahkan jika penilaian itu disimpan rapat dalam benaknya untuk dirinya sendiri, itu tetap saja dapat dikatakan sebagai penilaian. 

Sebelum kukatakan apa yang akan kukatakan ini lebih panjang lagi, ijinkan aku mengatakan bahwa apa yang akan kukatakan ini hanyalah penilaian dari sudut pandangku, sudut pandang sempit seorang manusia, yang sama sepertimu atau seperti siapapun, bahkan mungkin sebenarya aku ini lebih rendah keadaannya dari siapapun yang membaca artikel ini, maka maklumilah aku karena hal itu. 


Penilaianku atas penilaian yang diberikan oleh orang lain atas apa yang dialaminya dengan segenap panca indranya, sebenarnya adalah sama saja nilai timbangannya dengan penilaian mereka tersebut,(maksudku mungkin dalam hal dosa yang akan aku terima dengan penilaianku ini terhadap penilaian, atau tidak apa jika dikatakan, aku akan menanggung dosa yang lebih berat lagi). Penilaianku tidak lebih tinggi kadar pahalanya, karena ini hanya menilai dan pun karena tidak akan ada seorangpun yang akan menerimaku sebagai Tuhan, jika kukatakan bahwa kebenaran penilaianku adalah kebenaran yang mutlak, karena tentu saja, aku bukan Tuhan.


Sepertinya aku terlalu banyak bicara kali ini, aku sudahi saja.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Alangkah berbudinya anda, jika sedikit meninggalkan pesan untuk saya...