Tuesday, 17 January 2012

HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH

"HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALLAH"

Pada alam ghoibul ghuyuub yaitu dalam keadaan antah berantah pada dzat semata-mata yaitu pada belum ada awal dan belum ada akhir, belum ada bulan, belum ada matahari, belum ada bintang belum ada sesuatu. Malahan belum ada tuhan yang bernama Allah, maka dalam keadaan ini, diri yang empunya dzat tersebut ialah mentajalikan diri-Nya untuk memuji diri-Nya

Lantas ditajali-Nya-lah Nur Allah dan kemudian ditajali-Nya pula Nur Muhammad yaitu insan kamil, yang pada peringkat ini dinamakan anta ana, ana anta. Maka yang empunya dzat bertanya kepada Nur Muhammad dan sekalian roh untuk menentukan kedudukan dan taraf hamba.

Lantas ditanyakannya kepada Nur Muhammad, apakah Aku ini Tuhanmu? Maka menjawablah Nur Muhammad yang mewakili seluruh roh, ya Engkau Tuhanku. Persaksian ini dengan jelas diterangkan dalam Al-Qur’an surat Al-‘Araf 172. “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikianitu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

Selepas pengakuan atau persumpahan Roh ini dilaksanakan maka bermulalah era baru di dalam perwujudan Allah SWT. Seperti firman Allah dalam hadits qudsi yang artinya : “Aku suka mengenal diriku, laluaku jadikan makhluk bernama AHMAD bila MIM ini dan Ku perkenalkan AHMAD kepada mereka agar merekapun merekapun mengenal diriKU’’

ﺍﻭﻝ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﻣﻌﺮﻓﺔ ﺍﻟﻠﻪ

Artinya : Awal agama mengenal Allah.

Apa yang dimaksud dengan makhluk ini ialah : Nur Muhammad sebab seluruh kejadian alam maya ini dijadikan dari pada Nur Muhammad. Tuhan yang empunya dzat mentajalikan Nur Muhammad adalah untuk memperkenalkan diri-Nya sendiri dengan diri Rahasianya sendiri, maka diri rahasianya itu adalah ditanggung dan diakui amanahnya oleh suatu kejadian yang bernama :

Insan yang bertubuh diri bathin (Roh) dan diri bathin itulah diri manusia atau rohani.

Firman Allah dalam hadits qudsi :

ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺳﺮﹼﻱ ﻭ ﺍﻧﺎ ﺳﺮﹼﻩ

Artinya : Manusia itu adalah RahasiKU dan AKUlah yang menjadi rahasianya (sirri:wujud haq).

Jadi yang dinamakan manusia itu ialah : karena Ia mengandung Rahasia

Dengan perkataan lain manusia itu menanggung Rahasia Allah maka manusia harus berusaha mengenal dirinya manusia akan dapat mengenal Tuhan-Nya, sehingga lebih mudah kembali menyerahkan dirinya kepada yang empunya diri pada waktu dipanggil oleh Allah SWT. Yaitu Tatkala berpisah Roh dengan jasad.

Firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 58 sbb:

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

ﻭﻓﻲ ﺍﻧﻔﺴﻜﻢ ﺍﻓﻼ ﺗﺒﺼﺮﻭﻥ

Artinya : Aku ada didalam Jiwamu mengapa kamu tidak melihat.

Hal tersebut di atas dipertegas lagi oleh Allah dalam hadits qudsi : “siapa mengenal dirinya maka ia mengenal Tuhannya”

setelah mengenal tuhannya maka sirnalah setiap mahluknya ... jadi pandanglah allohnya jangan kau pandang mahluknya niscaya dirimu akan selamat lahir & bathin ...

Dalam menawarkan tugas yang sangat berat ini, pernah ditawarkan rahasia-Nya itu kepada langit, bumi dan gunung-gunung tetapi semuanya tidak sanggup menerimanya.

Seperti firman Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 72. "Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzolim dan amat bodoh,"

Oleh karena amanat (rahasia Allah) telah diterima, maka adalah menjadi tanggung jawab manusia untuk menunaikan janjinya. Dengan kata lain tugas manusia adalah menjaga hubungannya dengan yang empunya Rahasia

Setelah amanat (Rahasia Allah) diterima oleh manusia (diri bathin/Roh) untuk tujuan inilah maka Adam dilahirkan untuk memperbanyak diri, diri penanggung rahasia dan berkembang dari satu dekade ke satu dekade, dari satu generasi ke generasi yang lain sampai alam ini mengalami kiamat dan rahasia dikumpulkan kembali

SELAMAT MENILAI DENGAN PEMAHAMAN MASING'' SAUDARAKU ...

ANDA LEBIH BISA MEMAHAMI APA YANG TERTUANG DALAM DIRI ANDA MASING''

BERGUNA & TIDAKNYA ADA PADA KEBUTUHAN JIWA KALIAN ... JANGAN SAMAKAN

DENGAN APA YANG SAYA BUTUHKAN NISCAYA AKAN BERSEBRANGAN SELALU

BAROKALLOH FIKUM ...

BY : Alkis Annabilaisyq .....

Published with Blogger-droid v2.0.3

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Alangkah berbudinya anda, jika sedikit meninggalkan pesan untuk saya...